Kata Mutiara Islam 101-120
102. “Laki-laki yang mengungkapkan cinta sebelum masa halal tiba dan tak beranjak segera menghalalkannya. Maka dia telah menjatuhkan harga dirinya”
103. “Wanita itu kelemahannya telinga, tak kuasa jika mendengar kata-kata berprosa. Tapi ketahuilah wanita adalah makhluk yang paling setia pada satu nama”
104. “Orang yang hari ini hebat, dulunya pernah malas dan dihina, tetapi dia berubah dan bangkit menjadi pribadi yang lebih baik”
105. “Salah satu ciri lelaki setia adalah berani menikahi si dia, bukan memacarinya. Apalagi meninggalkannya di kala semua sudah diserahkan”
106. “Jangan sia-siakan waktumu untuk mencintai orang yang tidak mencintai Allah dan Rasul-Nya”
107. “Kualitas seorang anak ditentukan oleh bagaimana kualitas kedua orang tuanya”
108. “Jangan terlalu fokus untuk mengoreksi, karena seharusnya kita senantiasa intropeksi”
109. “Semewah apapun gaya hidup kita, kelak tanahlah tempat kita kembali”
110. “Banyak manusia yang lalai dalam menuntutu ilmu, padahal dalam menjalankan segala aktivitas senantiasa bergerak atas dasar ilmu”
111. “Sebuah nikmat yang sangat luar biasa adalah ketika kita masih bisa melihat senja yang indah”
112. “Jangan lupa bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita hari ini”
113. “Sahabat adalah orang yang ikhlas bersama kita dalam senang dan susah dan saling menasehati dalam ketaatan kepada Allah”
114. “Pilihlah seorang wanita yang mendidik anak-anaknya dengan didikan islam, Qur’an dan sunnah. Jika dia taat pada Allah, maka dia akan menghormatimu sebagai suaminya”
115. “Ada cinta yang menghantarkan menuju kemaksiatan, ada juga cinta yang membuat seseorang berubah mencintai hanya karena Allah, saling mencintailah karena Allah”
116. “Biarlah orang melihat penampilan kita biasa, tetapi luar biasa di mata Allah”
117. “Mencintai dengan sungguh-sungguh memberikan kebahagiaan di hati kita, mencintai karena Allah mendapat nilai ibadah dan kebahagiaan yang lebih”
118. “Mencintai Islam sama saja mencintai diri kita sendiri, jika ilmu agama kita hancur maka diri kita pun telah hancur, karena itulah kita harus mempelajari dan mengamalkannya”
119. “Ketika seseorang pergi dan meninggalkan kita maka datanglah pada Allah dengan doa dan ibadah kita bersungguh-sungguh kita akan merasakan keindahan dan kasih sayang yang luar biasa”
120. “Hilanglah semua hal yang membuat kita bahagia dan diredam dengan proses diobati dengan menangis tidak apa-apa melakukan itu tapi dengan menghadap Allah lewat doa dan ibadah”

Comments
Post a Comment